2 pasang tangan memegang tablet

Inilah 4 Tips Menabung Saham untuk Investor Pemula

Saat ini kegiatan menabung saham semakin ramai diperbincangkan di media sosial sehingga menarik perhatian para Milenial dan sebagian Gen Z untuk ikut berinvestasi di instrumen tersebut. Akan tetapi, masih banyak aktivitas investasi yang hanya didasari oleh tren tanpa dibekali edukasi yang matang.

 

Main Saham Jangan Asal Ikut Tren!

Melihat Instagram stories teman yang mendapat cuan berlipat ganda dari hasil investasi saham memang terlihat menggiurkan. Bahkan, tidak sedikit juga yang langsung follow the crowd tanpa menganalisisnya lebih lanjut.

 

Padahal, ekspektasi tidak seindah realita, karena di luar sana juga ada yang merugi bahkan sampai mengutang atau menggunakan uang untuk keperluan pokok mereka.

 

“Investor Angkatan Corona” adalah sebutan bagi mereka yang baru berinvestasi saat pandemi COVID-19 dan cenderung tidak mengerti capital market serta lebih mengikuti tren di media sosial (CNBC Indonesia, 2021).

 

Mengingat hal tersebut bersifat merugikan dan berisiko, lebih baik kamu selektif dalam menerima informasi dan jangan mudah terbawa rumor. Melakukan analisis fundamental adalah cara tepat untuk meminimalisir risiko, karena sentimen terhadap suatu perusahaan akan terus ada.

 

Apabila sebuah perusahaan dikabarkan pailit, otomatis timbul sentimen negatif pada pasar saham. Padahal dari sisi fundamental, hal tersebut bisa saja berbeda karena investor memiliki strategi serta pertimbangan lain tanpa melihat sentimen yang ada di pasar saham.

 

4 Tips Menabung Saham untuk Pemula

Sebelum terburu-buru mengikuti tren di media sosial, alangkah baiknya kamu mengikuti 4 tips berikut ini, ya!

 

1.   Kenali Tujuan

Apakah kamu ingin menabung saham untuk dana pensiun?

Apakah kamu ingin menabung saham untuk biaya tempat tinggal?

Apakah kamu ingin menabung saham untuk biaya pendidikan S2/S3?

Apakah kamu ingin menabung saham untuk liburan ke Eropa?

Apakah kamu ingin menabung saham untuk beli kendaraan baru?

 

Sebelum investasi, beberapa pertanyaan di atas harus ditanyakan kepada dirimu  sendiri. Mengenali tujuan investasi sebelum terjun lebih jauh akan membantu kamu dalam melakukan strategi, karena investasi jangka pendek maupun jangka panjang memiliki strateginya masing-masing.

 

Terpenting, jangan karena ikut-ikutan teman atau FOMO (Fear of Missing Out), ya!

 

2.   Ketahui Profil Risiko

Apa, sih, profil risiko itu?

 

Profil risiko merupakan kondisi di mana seberapa jauh seorang investor bisa mentoleransi atau menanggung risiko. Setiap investor memiliki profil risikonya sendiri-sendiri. Dengan mengetahui profil risiko, kamu akan lebih mahir dalam mengalokasikan aset dengan tepat.

 

3.   Gunakan Uang Dingin

Ketika berinvestasi, gunakanlah uang dingin dan hindari uang panas. Mengapa demikian? Karena uang dingin merupakan uang yang tidak digunakan untuk keperluan pokok, sehingga apabila pasar saham sedang menurun, hal tersebut tidak akan mengganggu cash flow-mu.

 

Apabila menggunakan uang panas yang digunakan untuk keperluan harian, jelas akan berisiko bila terjadi kerugian di kemudian hari. Bahkan dampak terburuknya adalah seseorang bisa meminjam uang untuk terjun di dunia saham. Padahal saham sendiri termasuk ke dalam investasi risiko tinggi.

 

4.   Pelajari Analisis

Meskipun beberapa platform investasi menyediakan rekomendasi otomatis, tidak selamanya kita selalu bergantung kepada fitur tersebut. Mempelajari analisis fundamental dan analisis teknikal adalah cara investor cerdas dalam mengelola asetnya.

 

Karena dalam menabung saham, kamu harus mengetahui kapan terbaik untuk membeli atau menjual aset dengan melihat dari berbagai aspek seperti grafik historis pergerakan saham, kondisi ekonomi negara, pendapatan perusahaan, kinerja keuangan, potensi industri, dan lain-lain. Jadi,  bukan hanya asal buy dan sell saja, ya!

 

Menabung saham dengan edukasi yang matang adalah cara investor cerdas dalam mengelola asetnya. Terpenting, ketahui bahwa untuk mendapat profit dari investasi saham membutuhkan waktu yang lama dan tentunya bergantung pada pergerakan pasar, ya!

 

Yuk, temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat seputar keuangan dan investasi di sini!