Deposito adalah produk simpanan bank yang disimpan dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh bunga. Instrumen ini banyak dipilih karena menawarkan risiko yang relatif rendah, mekanisme yang sederhana, dan imbal hasil yang lebih stabil, namun kurang cocok untuk investor yang menginginkan perolehan hasil tinggi.
Daftar isi
- Apa Itu Deposito dan Bagaimana Cara Kerjanya?
- Keuntungan Deposito Sebagai Instrumen Investasi Rendah Risiko
- Simulasi Menghitung Bunga Deposito Secara Sederhana
- Risiko Deposito dan Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Memulai
- Tips Membuka Deposito untuk Pemula
- FAQ
- PRUSehat
- Asuransi Tambahan Kesehatan
- PRUWell Medical
- Jelajahi topik lainnya
- Rencanakan perlindungan anda
Di tengah beragamnya pilihan instrumen keuangan yang tersedia saat ini, deposito masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menyimpan dana secara terencana . Kepercayaan tersebut tercermin dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per November 2025 yang dilansir dari Kumparan.
Berdasarkan data tersebut, deposito mendominasi komposisi komposisi total simpanan perbankan dengan porsi mencapai 37 persen, serta mencatatkan pertumbuhan nilai sekitar 11 persen secara tahunan (year-on-year). Data tersebut menunjukkan bahwa deposito masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, meskipun berbagai alternatif investasi terus berkembang.
Apa Itu Deposito dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu. Dana ditempatkan untuk tenor tertentu dan umumnya baru dapat dicairkan pada saat jatuh tempo.
Setelah jatuh tempo, deposito dapat dicairkan atau diperpanjang secara otomatis (Automatic Roll Over/ARO) sesuai ketentuan yang berlaku. Deposito juga tersedia dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing.
Sebagai kompensasi atas penempatan dana tersebut, bank akan memberikan bunga atau imbal hasil sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada saat jatuh tempo, nasabah dapat mencairkan dana beserta bunga yang diperoleh atau memperpanjang deposito untuk periode berikutnya.
Meski potensi keuntungannya tidak sebesar produk keuangan dengan risiko yang lebih tinggi, deposito dapat menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan stabilitas nilai investasi dan potensi tambahan bunga sesuai ketentuan yang berlaku .
Baca juga: 5 Jenis Investasi Jangka Panjang dan Strateginya
Keuntungan Deposito Sebagai Instrumen Investasi Rendah Risiko
Sebagai salah satu instrumen investasi berisiko rendah, deposito menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap diminati oleh masyarakat. Berikut beberapa di antaranya:
Risiko Relatif Rendah
Dibandingkan dengan instrumen investasi seperti saham atau aset kripto yang nilainya dapat berfluktuasi secara signifikan, deposito menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah. Imbal hasil yang akan diterima oleh nasabah umumnya telah ditentukan sejak awal, sehingga membantu perencanaan keuangan menjadi lebih terukur.
Imbal Hasil Lebih Tinggi Dibanding Tabungan
Deposito umumnya menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Hal ini memungkinkan dana yang disimpan berpotensi memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa, terutama bagi nasabah yang tidak membutuhkan dana tersebut setiap hari.
Membantu Menjaga Disiplin Keuangan
Karena dana idealnya dapat dicairkan saat jatuh tempo, deposito dapat membantu mengurangi dorongan untuk menggunakan uang secara impulsif. Karakteristik ini menjadikan deposita cocok bagi individu yang memiliki perencanaan dan tujuan keuangan.
Cocok untuk Tujuan Keuangan Jangka Pendek hingga Menengah
Dengan pilihan tenor yang beragam, mulai dari satu bulan hingga satu tahun, deposito dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target keuangan masing-masing. Fleksibilitas ini memungkinkan nasabah merencanakan penggunaan dana dengan lebih terstruktur.
Tidak Memerlukan Keahlian Khusus
Salah satu keunggulan deposito adalah kemudahannya untuk dipahami dan digunakan. Nasabah cukup menempatkan dana sesuai tenor yang dipilih, kemudian menunggu hingga jatuh tempo untuk memperoleh pokok simpanan beserta bunga atau imbal hasilnya.
Simulasi Menghitung Bunga Deposito Secara Sederhana
Agar lebih mudah memahami cara kerja bunga deposito, berikut rumus perhitungan sederhananya:
Bunga Deposito = Pokok Deposito × Suku Bunga Tahunan × (Tenor ÷ 12) x (1 – pajak)
Ilustrasi Perhitungan:
Pengandaian, jika seseorang menempatkan dana sebesar Rp10 juta pada deposito. Berikut simulasi perhitungan dengan asumsi suku bunga yang berbeda pada setiap tenor:
1 bulan |
3% per tahun |
3 bulan |
3,5% per tahun |
6 bulan |
4% per tahun |
- Tenor 1 bulan (Asumsi Suku Bunga 3% p.a.):
Rp10.000.000 × 3% × (1/12) x (1-20%)
= Rp20.000
- Tenor 3 bulan (Asumsi Bunga 3,5% per tahun):
Rp10.000.000 × 3,5% × (3/12) x (1-20%)
= Rp70.000
- Tenor 6 bulan (Asumsi Bunga 4% per tahun):
Rp10.000.000 × 4% × (6/12) x (1-20%)
= Rp160.000
Catatan: Simulasi di atas hanya untuk tujuan ilustrasi. Tingkat bunga deposito, ketentuan pajak, dan biaya yang berlaku dapat berbeda pada masing-masing bank.
Risiko Deposito dan Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Memulai
Meskipun tergolong sebagai instrumen investasi berisiko rendah, deposito tetap memiliki beberapa hal yang perlu dipahami sebelum Anda menempatkan dana. Berikut beberapa di antaranya:
Dana tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu: Dana yang disimpan dalam deposito umumnya baru dapat ditarik saat jatuh tempo.
Potensi imbal hasil lebih terbatas: Dibandingkan produk keuangan yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti saham atau reksa dana saham, deposito menawarkan imbal hasil yang cenderung lebih rendah.
Risiko tergerus inflasi: Jika tingkat inflasi lebih tinggi daripada bunga deposito yang diperoleh, nilai riil uang dapat berkurang seiring waktu.
Perhatikan suku bunga yang ditawarkan: Setiap bank dapat menawarkan tingkat bunga deposito yang berbeda, sehingga penting untuk membandingkan beberapa pilihan sebelum memutuskan.
Pahami tenor yang dipilih: Sebelum menempatkan dana di deposito, pastikan dana yang ditempatkan tidak akan digunakan dalam waktu dekat sehingga tidak perlu dicairkan sebelum jatuh tempo.
Cek ketentuan pajak dan biaya: Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 123 Tahun 2015, bunga deposito umumnya dikenakan PPh Final sebesar 20% (untuk nominal simpanan di atas Rp7,5 juta), sehingga hasil bersih yang diterima mungkin berbeda dari perhitungan awal.
Tips Membuka Deposito untuk Pemula
Bagi investor pemula yang ingin mencoba menempatkan dana di deposito, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
Pilih Bank yang Memberikan Setoran Awal Terjangkau
Pilihlah produk deposito dengan nominal pembukaan yang sesuai dengan kondisi keuangan agar tidak mengganggu kebutuhan dana harian. Saat ini, banyak bank yang menawarkan pilihan setoran awal yang relatif terjangkau, sehingga Anda bisa mulai berinvestasi tanpa harus menunggu modal besar.
Pilih Tenor yang Sesuai
Tentukan terlebih dahulu kapan dana tersebut akan digunakan. Jika dana kemungkinan dibutuhkan dalam waktu dekat, pilih tenor yang lebih pendek. Sebaliknya, jika dana memang dialokasikan untuk tujuan tertentu di masa depan, tenor yang lebih panjang bisa menjadi pilihan.
Bandingkan Suku Bunga Antar Bank
Luangkan waktu untuk membandingkan beberapa produk deposito agar Anda dapat mempertimbangkan potensi imbal hasil, ketentuan, keamanan, dan kenyamanan layanan secara menyeluruh.
Pahami Sistem Pajak dan Biaya Lain
Bunga deposito umumnya dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku (saat ini pajak deposito 20%). Selain itu, beberapa bank juga memiliki aturan terkait pencairan sebelum jatuh tempo yang dapat memengaruhi hasil yang diterima nasabah.
Jangan Berharap Hasil Besar
Deposito lebih cocok digunakan untuk menjaga dana tetap produktif dengan risiko yang relatif rendah, bukan untuk mengejar hasil yang tinggi dalam waktu singkat. Meskipun imbal hasilnya cenderung stabil, potensi keuntungannya umumnya lebih terbatas dibandingkan instrumen investasi yang memiliki risiko lebih tinggi.
Deposito dapat menjadi pilihan bagi nasabah yang ingin menjaga dana tetap produktif dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Dengan mekanisme yang sederhana, imbal hasil yang cenderung stabil dan adanya beragam pilihan tenor, maka instrumen ini cocok bagi pemula maupun individu yang mengutamakan stabilitas dalam mengelola keuangan .
Selain mempersiapkan tujuan keuangan, penting juga untuk memastikan adanya perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) dari Prudential Indonesia, yang memberikan manfaat perlindungan jiwa sekaligus menyediakan pilihan pengelolaan dana sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah.
Sumber:
FAQ
A: Salah satu keuntungan deposito adalah mekanismenya yang relatif sederhana dan mudah dipahami. Nasabah cukup menempatkan dana sesuai tenor yang dipilih, kemudian memperoleh bunga atau imbal hasil hingga jatuh tempo.
A: Meski sama-sama merupakan produk perbankan, tabungan dan deposito memiliki karakteristik yang berbeda. Dana dalam deposito umumnya baru dapat dicairkan saat jatuh tempo, sesuai tenor yang disepakati. Sementara, dana pada tabungan dapat ditarik kapan saja sesuai kebutuhan.
A: Risiko terbesar deposito adalah keterbatasan akses terhadap dana selama masa tenor dan potensi berkurangnya nilai riil uang akibat inflasi. Meskipun tergolong instrumen berisiko rendah, deposito mungkin kurang cocok bagi individu yang membutuhkan fleksibilitas tinggi atau menargetkan pertumbuhan aset yang lebih tinggi dengan tentunya risiko yang juga lebih tinggi.
Jelajahi topik lainnya
Pahami Asuransi
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Pahami Kesehatan
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Pahami Keuangan & Investasi
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Pahami Cerita Asuransi
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Pahami Hak & Kewajiban Nasabah
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.