Perak bisa digunakan sebagai diversifikasi aset, karena dapat memberikan keuntungan bagi investor salah satunya adalah harga yang lebih terjangkau. Meskipun begitu, ada beberapa risiko dari investasi perak yang perlu dipahami calon investor, seperti volatilitas harganya yang cenderung tinggi.
Daftar isi
Selain emas, kini perak juga mulai dilirik masyarakat sebagai salah satu instrumen investasi. Meski belum popular dan masih terbatas pilihan produk investasinya, perak memiliki potensi yang menarik untuk dipertimbangkan sebagai alternatif diversifikasi aset.
Lalu, apakah investasi perak bisa memberikan keuntungan dan bagaimana cara memulainya? Untuk informasi selengkapnya, simak informasi berikut ini!
Keuntungan Investasi Perak
Meski belum sepopular emas, namun investasi perak juga bisa memberikan sejumlah keuntungan bagi investor, berikut beberapa di antaranya:
-
Harga Lebih Terjangkau
Salah satu daya tarik utama perak adalah modal awal yang relatif jauh lebih rendah dibanding emas. Kondisi ini membuat perak sangat ramah bagi investor pemula atau mereka yang ingin mulai mengumpulkan aset dengan modal yang relatif rendah.
-
Potensi Persentase Kenaikan Lebih Tinggi
Karena kapitalisasi pasarnya yang lebih kecil dibanding emas, perak cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan dinamika pasar. Ketika tren komoditas berharga mengalami reli, persentase kenaikan harga perak sering kali melampaui persentase kenaikan harga emas dalam kurun waktu tertentu.
-
Tingginya Permintaan Industri (Industrial Demand)
Selain sebagai perhiasan, perak juga banyak dibutuhkan dalam sektor industri. Perak digunakan dalam pembuatan panel surya (PLTS), komponen kendaraan listrik (EV), perangkat elektronik, hingga peralatan medis. Kebutuhan industri yang terus meningkat membuat permintaan perak terus meninggi.
-
Sebagai Pilihan untuk Diversifikasi Investasi
Perak dapat menjadi salah satu pilihan untuk melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan menambah variasi investasi. Dengan memiliki perak, investor dapat mengurangi ketergantungan pada saham atau instrumen investasi lainnya, sehingga risiko investasi dapat lebih tersebar saat pasar mengalami gejolak.
-
Memiliki Pilihan Investasi yang Beragam
Investasi perak tidak hanya bisa dilakukan dengan membeli perak fisik. Investor juga bisa berinvestasi melalui berbagai instrumen lain, seperti ETF perak, saham perusahaan tambang perak, serta produk investasi berbasis perak yang dapat diakses secara digital.
Risiko Investasi Perak
Selain memiliki keuntungan, investasi perak juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan calon investor, antara lain:
-
Volatilitas Harga Tinggi
Fluktuasi harga perak harian cenderung jauh lebih tajam dibanding emas. Selain dipengaruhi oleh minat investor, harga perak juga bergantung pada permintaan dari berbagai sektor industri. Ketika kondisi ekonomi berubah, harga perak dapat mengalami kenaikan maupun penurunan yang cukup tajam.
-
Selisih Harga Beli dan Jual (Spread) Lebar
Spread atau selisih antara harga beli dan harga jual kembali (buyback) perak umumnya lebih lebar daripada emas. Kondisi ini membuat investor membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai break-even point atau mulai memperoleh keuntungan.
-
Likuiditas Lebih Rendah
Di Indonesia, pilihan tempat jual-beli perak untuk investasi masih terbatas. Akses pasar perak belum seluas dan sefleksibel perdagangan emas fisik, sehingga proses pencairan dana umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama.
-
Risiko Penyimpanan dan Kerusakan Fisik
Perak fisik dapat mengalami oksidasi atau tarnish (perubahan warna/bercak hitam) jika terpapar udara lembap, bahan kimia, atau tidak disimpan dengan benar. Walaupun kadar kemurnian perak di dalamnya tidak berkurang, kondisi fisik yang kusam dapat menurunkan daya tarik estetika dan berpotensi mengurangi nilai jual kembali (buyback) di pasar sekunder.
5 Strategi Memulai Investasi Perak bagi Pemula
Untuk mendapatkan hasil investasi yang optimal sesuai harapan, ada sejumlah strategi yang perlu Anda persiapkan, berikut beberapa di antaranya:
-
Pilih Instrumen yang Sesuai dengan Profil Risiko
Sebelum mengalokasikan dana pahami dulu karakteristik tiap instrumen investasi, di antaranya:
-
Perak Fisik (Batangan/Koin): Cocok untuk perlindungan nilai (wealth preservation) jangka panjang dan penyimpanan mandiri sebagai safe haven
-
Perak Digital: Cocok untuk pemula yang mencari fleksibilitas modal kecil, kemudahan transaksi melalui aplikasi, dan likuiditas tinggi tanpa pusing tempat penyimpanan.
-
ETF Perak (seperti SLV): Tepat untuk investor menengah-lanjut yang ingin mengikuti pergerakan harga perak dunia (spot price) secara transparan melalui bursa saham global.
-
Saham Perusahaan Tambang Perak: Pilihan bagi investor agresif yang mengincar potensi keuntungan lebih tinggi (capital gain) serta dividen dari kenaikan margin bisnis emiten tambang.
-
-
Pastikan Lisensi Produk
Pastikan Anda bertransaksi melalui produsen, platform, atau instrumen yang terpercaya dan terdaftar resmi sesuai dengan jenis perak yang dipilih. Jika membeli perak fisik, pilihlah perak dari produsen reputasi baik yang melengkapi produknya dengan nomor seri terdaftar demi menjamin kemudahan buyback.
Sementara itu, untuk transaksi perak digital, pastikan aplikasi fintech yang digunakan telah mengantongi izin resmi Bappebti serta memiliki jaminan kepemilikan fisik (physical backing) yang transparan.
-
Terapkan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)
Gunakan metode Dollar-Cost Averaging dengan cara membeli perak secara berkala (misalnya bulanan) dalam nominal Rupiah yang tetap, tanpa perlu mencoba menebak timing naik-turunnya harga pasar (market timing). Strategi ini efektif meratakan biaya pembelian rata-rata dan menekan risiko fluktuasi harga harian yang tajam.
-
Siapkan Tempat Penyimpanan yang Aman
Jika Anda berinvestasi perak dalam bentuk fisik, siapkan ruang penyimpanan yang aman, kering, dan tidak lembab. Anda dapat menggunakan brankas pribadi yang tahan api dan kedap udara di rumah, atau memanfaatkan layanan Safe Deposit Box (SDB) di bank terdekat.
-
Pahami Faktor Makroekonomi dan Pergerakan Industri
Harga perak sangat dipengaruhi oleh tingkat inflasi, suku bunga, nilai tukar Dolar AS, hingga permintaan sektor manufaktur seperti teknologi dan energi terbarukan, sehingga pemahaman atas kondisi makroekonomi akan membantu Anda menentukan momentum eksekusi serta mengatur ulang alokasi portofolio secara lebih terukur.
Baca Juga: Rupiah Melemah terhadap Dolar? Pahami Penyebab dan Dampaknya
Investasi Perak Fisik vs Investasi Perak Digital, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Pilihan antara perak digital dan perak fisik pada akhirnya kembali ke tujuan, modal, dan kenyamanan masing-masing investor. Perak digital sangat cocok bagi investor pemula yang ingin mulai mencicil dari nominal kecil, butuh pencairan dana secara cepat, serta tidak ingin repot mengurus tempat penyimpanan.
Di sisi lain, perak fisik lebih pas untuk investor yang ingin memegang asetnya secara langsung, berinvestasi jangka panjang, atau membutuhkan perak untuk keperluan fisik seperti hadiah, tradisi, dan mahar.
Diversifikasi ke aset fisik seperti perak adalah langkah tepat untuk mengamankan nilai kekayaan. Namun, agar kondisi finansial tidak goyah saat menghadapi risiko sakit yang tak terduga, imbangi investasi Anda dengan perlindungan kesehatan dari Prudential Indonesia demi ketenangan masa depan Anda dan keluarga agar kondisi finansial tetap lebih terjaga saat menghadapi risiko yang tidak terduga.
Sumber:
FAQ
A: Ya, perak bisa menjadi salah satu pilihan investasi untuk diversifikasi aset. Perak memiliki nilai sebagai logam mulia dan digunakan dalam industri, seperti elektronik dan energi surya.
Namun, harga perak dapat berfluktuasi, sehingga ada risiko kerugian. Sebelum berinvestasi, pastikan memilih produk perak yang tepercaya dan sesuaikan dengan tujuan serta profil risiko Anda.
A: Investasi perak digital dapat dilakukan melalui platform investasi atau penyedia logam mulia yang menawarkan layanan jual beli perak secara online. Sebelum memilih platform, pastikan legalitas dan reputasi penyedia, kejelasan kepemilikan perak fisik sebagai underlying asset, transparansi biaya transaksi, serta kemudahan pencairan dana.
A: Perhiasan perak bisa memiliki nilai jual kembali, tetapi umumnya kurang ideal jika tujuan utamanya adalah investasi. Harga beli perhiasan biasanya mencakup biaya desain dan pembuatan, sedangkan saat dijual kembali, komponen biaya tersebut belum tentu diperhitungkan.
Jika tujuan Anda adalah memperoleh potensi keuntungan dari kenaikan harga perak, perak batangan atau produk investasi perak dengan harga dan kadar yang transparan bisa menjadi alternatif yang lebih sesuai.
Jelajahi topik lainnya
Pahami Asuransi
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Pahami Kesehatan
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Pahami Keuangan & Investasi
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Pahami Cerita Asuransi
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Pahami Hak & Kewajiban Nasabah
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.