Cirebon & Palembang, Juli 2026 – Banyak keluarga dan pelaku usaha kecil sudah memahami pentingnya mengatur keuangan, menabung, serta mempersiapkan diri menghadapi risiko keuangan. Namun, tantangan yang sering muncul dalam keseharian bukan lagi sekadar mengetahui apa yang perlu dilakukan, melainkan bagaimana menjadikan pengetahuan tersebut sebagai kebiasaan yang konsisten.
Pentingnya kebiasaan finansial juga sejalan dengan pandangan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang menempatkan perilaku seperti perencanaan keuangan jangka panjang, menabung, dan mengelola pengeluaran sebagai bagian penting dari ketahanan finansial (financial resilience).[1]
Insight tersebut mengemuka dalam dua kegiatan literasi keuangan yang diselenggarakan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama para mitra komunitasnya pada Juli 2026.
Pada 19 Juli 2026, Prudential Indonesia berkolaborasi dengan PasarMikro dalam sesi literasi keuangan yang diikuti oleh para pelaku UMKM di Cirebon. Diskusi menunjukkan bahwa tantangan pelaku usaha tidak hanya terletak pada mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga disiplin dalam mengelola keuangan sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Prudential Indonesia yang diwakili Head of Community Investment, Nuranisa Putri Matahari, membagikan berbagai tips praktis mengenai cara membuat catatan keuangan dan bujeting bulanan. Peserta juga diajak membangun kebiasaan yang mendukung pengelolaan arus kas hingga kesiapan menghadapi risiko, agar dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik serta memperkuat ketahanan finansial usaha dan keluarganya.
Tantangan serupa juga muncul dalam webinar “Anti Tekor Club: Keuangan Tertata, Keluarga Lebih Tenang” yang diikuti para ibu dari komunitas Supermom di Palembang pada 23 Juli 2026.
Diskusi interaktif menunjukkan bahwa banyak peserta sebenarnya telah memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Namun, mereka mengaku masih sulit menerapkannya sebagai kebiasaan finansial yang konsisten.
Sebagian peserta mengaku uang sering kali habis tanpa disadari, masih menabung dari sisa pengeluaran di akhir bulan, dan menganggap risiko seperti sakit, kecelakaan, maupun kehilangan pekerjaan sebagai ancaman terbesar terhadap kondisi keuangan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Sri Wahyuningsih, mompreneur dan family lifestyle creator, membagikan pengalamannya mengelola keuangan keluarga di tengah berbagai kebutuhan yang terus berkembang. Menurut Sri, membangun kesiapan keuangan keluarga tidak selalu dimulai dari nominal yang besar, melainkan dari konsistensi dalam menentukan prioritas dan menjalankan rencana yang telah dibuat.
“Yang membentuk hasil bukan besarnya, tetapi konsistensinya. Jangan kecil hati kalau suatu kali, tabungan kita berkurang karena ada kebutuhan mendesak. Yang penting setelah kondisi kembali normal, kita mulai lagi. Kita kembali melanjutkan kebiasaan baik tadi,” semangatnya.
Menanggapi tantangan yang dihadapi peserta, Yulinda Basir, Head of Centralized Client Services Prudential Indonesia sekaligus narasumber webinar, menekankan pula bahwa keberhasilan keuangan keluarga tidak semata ditentukan oleh besarnya penghasilan, "Tapi seberapa bijak kita mengambil keputusan keuangan setiap hari. Pengelolaan keuangan tidak harus rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang," ujarnya.
Untuk membantu peserta membangun kebiasaan baik tersebut, Yulinda lalu mengajak para ibu melakukan evaluasi kesehatan keuangan keluarga melalui lima aspek utama, yaitu memiliki tujuan keuangan yang jelas, menyiapkan dana darurat, memiliki perlindungan finansial, menabung dan berinvestasi secara rutin, serta menjaga proporsi utang tetap sehat.
Agar setiap keluarga lebih siap menghadapi berbagai risiko kehidupan, Yulinda juga mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat yang idealnya dapat menutupi kebutuhan hidup keluarga selama tiga hingga enam bulan.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan bahwa literasi keuangan perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
"Risiko sering kali datang tanpa peringatan, sehingga kesiapan finansial menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi keluarga dan pelaku usaha. Saat ini, tantangannya bukan lagi sekadar akses terhadap informasi, tetapi bagaimana mengubah pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Karena langkah sederhana ini dapat menjadi fondasi ketahanan finansial dalam jangka panjang."
Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan mitra lokal, Prudential Indonesia terus memperluas akses terhadap literasi keuangan yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mendorong terbentuknya kebiasaan finansial yang sehat, Prudential Indonesia berharap semakin banyak keluarga dan pelaku UMKM dapat membangun ketahanan finansial yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
"Kasih sayang menjaga keluarga hari ini, tetapi perencanaan keuangan membantu menjaga keluarga hingga bertahun-tahun ke depan," tutup Yulinda.
[1] OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy; G20/OECD-INFE Report on Supporting Financial Resilience and Transformation through Digital Financial Literacy
***
Tentang Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, yang menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa serta pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses.
Pada tahun 2025, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 5 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan, serta 275 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 62.000 Mitra Bisnis Agency berlisensi dan Financial Service Consultant.
Prudential Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Corporate Communications Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance
Email: communications@prudential.co.id
Prudential Centre - Kota Kasablanka 17th Floor
Jl. Kasablanka, kav. 88, Jakarta Selatan 12870, Indonesia