Jakarta, 6 Juli 2026 — Di tengah kemudahan akses digital dan banyaknya pilihan gaya hidup, literasi keuangan menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat mengambil keputusan finansial yang lebih terarah. Hal ini relevan bagi generasi muda yang mulai memasuki fase produktif, sekaligus bagi perempuan dan ibu yang berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga.
Bagi Gen Z, kedekatan dengan teknologi membuat akses terhadap e-commerce dan layanan keuangan lebih terbuka. Namun, hal ini juga menuntut kemampuan mengambil keputusan finansial secara lebih terencana, termasuk dalam membedakan kebutuhan, keinginan, dan prioritas jangka panjang.[1]
Di sisi lain, perempuan dan ibu yang berperan dalam menjaga keuangan keluarga juga menghadapi tantangan yang tidak kalah kompleks. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berubah dan dinamika harga, mengatur prioritas tidak selalu sederhana, terutama saat harus memilah kebutuhan yang mendesak, penting, dan dapat direncanakan.
Kedua kondisi ini menunjukkan bahwa di tengah kemudahan teknologi dan layanan keuangan, kemampuan mengelola prioritas keuangan menjadi kebutuhan lintas generasi. Hal ini semakin relevan di tengah pola konsumsi yang dipengaruhi oleh budaya digital dan perubahan ekonomi.
Survei terhadap 1.017 responden menunjukkan 55% responden pernah menggunakan layanan paylater, dengan alasan utama kemudahan akses, fleksibilitas cicilan, dan proses pendaftaran yang mudah.[2] Kemudahan dalam mengakses layanan keuangan membuat kemampuan menentukan prioritas semakin penting dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Prudential Indonesia memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan keuangan masyarakat melalui dua upaya, yaitu memberi dukungan terhadap GEN-ZUMMIT 2026 pada 26 Juni 2026 dan menjalankan webinar literasi keuangan bersama komunitas Supermom Blitar bertajuk “Ora Bingung Duit, Asal Ibu Wasis Ngatur Keuangan Keluarga” pada 25 Juni 2026.
GEN-ZUMMIT 2026 menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia, khususnya Gen Z, untuk memahami peran mereka dalam era Society 5.0, yaitu ketika teknologi semakin melekat dalam keseharian, termasuk dalam cara belajar, bekerja, berbelanja, dan mengakses layanan keuangan.
Dalam sesi terkait keuangan, Priskilla Fachruddin, Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, menjelaskan bahwa menurut studi sekitar 41% generasi muda, termasuk Gen Z, secara rutin melakukan impulsive buying karena faktor digital, media sosial, dan promosi.[3] “Itu sebabnya jadi sangat penting untuk melakukan budgeting,” jelasnya.
Killa kemudian menjelaskan bahwa banyak anak muda sudah mulai investasi, tapi terkadang mereka melupakan proteksi. Karena itu, peserta diajak untuk mulai membangun kebiasaan keuangan sederhana seperti menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan batas pengeluaran, serta menyediakan dana proteksi. Karena meskipun masih muda, risiko kehidupan bisa datang kapan saja, seperti jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Pada segmen berikutnya, yaitu keluarga dan perempuan, webinar yang diadakan Prudential Indonesia menghadirkan Putri Kenasti, Creative Mompreneur & Lifestyle Creator. Dia membagikan pengalamannya sebagai bagian dari generasi sandwich, yang membuatnya semakin menyadari pentingnya dana darurat, proteksi, dan rencana keuangan jangka panjang sejak dini.
"Semakin dewasa, semakin tricky dalam menghadapi kondisi keuangan. Tapi kita harus tetap semangat berkarya, beradaptasi, dan pandai mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan. Jangan lupa untuk terus menjadi versi terbaikmu bagi keluarga dan lingkungan kita,” jelasnya.
Untuk menjawab kegelisahan peserta yang diwakili Putri, Novita Sumaryati dari Prudential Indonesia mengajak peserta memahami pentingnya membangun kesiapan finansial keluarga, termasuk untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.
Dia memberikan panduan sederhana untuk mengatur porsi keuangan keluarga dengan menerapkan rumus 10-20-30-40, yaitu 40% untuk kebutuhan harian dan gaya hidup, maksimal 30% untuk cicilan atau utang, 20% untuk dana darurat, asuransi, tabungan, dan investasi, serta 10% untuk kebutuhan sosial atau donasi.
Kedua kegiatan ini sejalan dengan arah OJK dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021–2025, yang menempatkan literasi keuangan sebagai keterampilan penting untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan individu, perlindungan konsumen, dan inklusi keuangan.[4] Dalam konteks ini, literasi keuangan lintas generasi menjadi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan kemudahan digital dan akses keuangan secara lebih terarah, sesuai kebutuhan dan prioritas di setiap fase kehidupan.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengatakan bahwa literasi keuangan yang inklusif perlu hadir melalui edukasi yang praktis, mudah diterapkan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendekatan ini penting agar edukasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman konsep saja, tetapi juga membantu masyarakat menerapkannya dalam keputusan sehari-hari.
“Bagi generasi muda, literasi keuangan membantu mereka mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri, sedangkan bagi perempuan dan ibu, literasi keuangan dapat memperkuat peran mereka dalam menjaga stabilitas keluarga dan mengambil keputusan sehari-hari dengan lebih berdaya. Inilah yang ingin terus kami dorong: pengelolaan keuangan sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih sadar, terencana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
[1] YouthLab, Crowd Based Economy: New Stage of Indonesian Youth Consumption
[2] Populix, Unveiling Indonesia’s Financial Evolution: Fintech Lending and PayLater Adoption (2023)
[3] Studi GlobalWebIndex 2023 yang dikutip Essey Marketing.
[4] Otoritas Jasa Keuangan, Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021–2025
***
Tentang Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, yang menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa serta pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung terpercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses.
Pada tahun 2025, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 5 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan, serta 275 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 62.000 Mitra Bisnis Agency berlisensi dan Financial Service Consultant.
Prudential Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Corporate Communications Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance
Email: communications@prudential.co.id
Prudential Centre - Kota Kasablanka 17th Floor
Jl. Kasablanka, kav. 88, Jakarta Selatan 12870, Indonesia