Jakarta, 13 Juli 2026 – Kecerdasan artifisial (AI) tengah mengubah cara dunia bekerja dan berbisnis. Di tengah transformasi tersebut, keberhasilan generasi muda tidak lagi hanya ditentukan oleh prestasi akademik atau kemampuan teknis semata. Kemampuan untuk berpikir kritis, memecahkan masalah yang kompleks, membangun kolaborasi, serta menunjukkan kepemimpinan akan menjadi keunggulan yang semakin penting di tengah semakin luasnya penggunaan AI. Ke depan, kesuksesan akan semakin ditentukan oleh kemampuan manusia untuk bekerja berdampingan dengan teknologi.
Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum[1] memperkirakan bahwa 86% perusahaan akan mengalami transformasi akibat perkembangan AI dan teknologi hingga tahun 2030, sementara sekitar 39% keterampilan yang dimiliki pekerja saat ini akan berubah dalam lima tahun ke depan. Di sisi lain, laporan World Bank tahun 2025[2] menekankan bahwa daya saing suatu negara di era AI tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, tetapi juga oleh investasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Bagi Indonesia, membangun generasi muda dengan kualitas kepemimpinan dan perspektif global menjadi investasi penting untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Berangkat dari hal tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) terus berupaya membangun organisasi yang future-ready, sekaligus memastikan karyawan maupun talenta muda di masa depan memiliki kemampuan yang relevan untuk berkembang di era AI. Salah satunya melalui Prudential–INSEAD NextGen Academy, program eksekutif pengembangan kepemimpinan dan kemampuan bisnis yang diselenggarakan bersama INSEAD Asia Campus Singapura, sekolah bisnis terkemuka dunia berdasarkan QS Global MBA Rankings 2026. Setelah mengikuti proses seleksi yang ketat dari seribu lebih pendaftar, sebanyak enam mahasiswa terbaik dari berbagai universitas di Indonesia berhasil terpilih untuk mengikuti program ini secara gratis selama tiga hari pada 7-9 Juli 2026. Keenam peserta tersebut adalah Carmen Kiara Indraputra (Universitas Indonesia), Reyhoboth Dillon (Universitas Sampoerna), Masayu Alliyah Khairunnisa (Universitas Indonesia), Ershyanda Khatayusha (Universitas Telkom), Edbert Nathaniel (Universitas Sumatera Utara), dan Febrian Valentino Agape (Universitas Udayana).
Rangkaian pembelajaran Prudential–INSEAD NextGen Academy menggabungkan teori, praktik, dan simulasi untuk memperkuat kesiapan peserta menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Peserta mengasah kemampuan berpikir strategis, mengembangkan solusi berbasis kebutuhan pelanggan, memanfaatkan AI untuk menciptakan nilai tambah, serta merumuskan inovasi melalui pendekatan Blue Ocean Strategy. Mereka juga mengembangkan keterampilan komunikasi, negosiasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan melalui simulasi bisnis dan pengalaman imersif berbasis virtual reality.
Selain kompetensi bisnis, program ini mendorong peserta untuk merefleksikan nilai, tujuan karier, dan karakter kepemimpinan yang ingin dibangun. Sebagai puncak program, peserta mempresentasikan solusi bisnis yang telah dikembangkan di hadapan jajaran manajemen Prudential dan dosen INSEAD, sebagai implementasi nyata kemampuan analitis, kolaborasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang diperoleh selama program berlangsung.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengatakan bahwa masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. “Di Prudential Indonesia, kami percaya bahwa memberdayakan generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan (LST – Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) perusahaan, khususnya pada pilar sosial, melalui perluasan akses terhadap pendidikan dan pengembangan talenta muda. Melalui program Prudential–INSEAD NextGen Academy, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar dari perspektif global, mengembangkan potensi kepemimpinan, dan kelak menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelas Karin.
Bagi keenam mahasiswa tersebut, pengalaman belajar di INSEAD menjadi tonggak penting dalam perjalanan peserta. Berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, membangun jejaring global, serta mempresentasikan solusi bisnis di hadapan akademisi INSEAD dan pimpinan Prudential memberikan pengalaman yang memperluas perspektif sekaligus memperkuat kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat global.
Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh Febrian Valentino Agape, fresh graduate dari Universitas Udayana, yang terpilih sebagai salah satu peserta Prudential–INSEAD NextGen Academy. “Saya berterima kasih kepada Prudential Indonesia atas kesempatan mengikuti Prudential–INSEAD NextGen Academy. Selama tiga hari belajar di INSEAD Asia Campus Singapura bersama mahasiswa dan tenaga pendidik dari berbagai negara, saya memperoleh perspektif baru tentang pengembangan ide bisnis, pemanfaatan generative AI, serta pentingnya membangun koneksi yang autentik. Program ini juga mengubah cara pandang saya tentang karier profesional, bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari dampak positif yang dapat kita ciptakan bagi masyarakat. Pengalaman ini menginspirasi saya untuk terus belajar, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, dan berkontribusi menciptakan dampak sosial yang positif,” ujar Tino.
“Di Prudential Indonesia, kami percaya bahwa keberhasilan di era AI tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan memimpin. Karena itu, kami tidak hanya berinvestasi pada pengembangan talenta muda melalui Prudential–INSEAD NextGen Academy, tetapi juga terus memperkuat kapabilitas karyawan melalui pemanfaatan AI dan pembelajaran berkelanjutan. Sejalan dengan ambisi Prudential untuk menjadi perusahaan asuransi berbasis AI yang tetap berpusat pada manusia, kami memanfaatkan teknologi dan AI untuk memberdayakan karyawan, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah dan pemangku kepentingan,” tutup Karin.
[1] Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum
[2] The Digital Progress and Trends Report 2025, World Bank
***
Tentang Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, yang menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa serta pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung tepercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses.
Pada tahun 2025, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 5 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan, serta 275 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 62.000 Mitra Bisnis Agency berlisensi dan Financial Service Consultant.
Prudential Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Corporate Communications Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance
Email: communications@prudential.co.id
Prudential Centre - Kota Kasablanka 17th Floor
Jl. Kasablanka, kav. 88, Jakarta Selatan 12870, Indonesia