Jumlah kasus penyakit lupus di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan informasi dari situs Lupus Foundation of America, setidaknya 5 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit lupus dan diperkirakan terdapat 16.000 kasus baru setiap tahunnya. Dari keseluruhan pengidap lupus, sekitar 90% di antaranya adalah perempuan.
Simak definisi, penyebab serta cara mencegah lupus dalam artikel berikut ini!
Apa Itu Lupus?
Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan, sehingga merusak jaringan tubuh hyang sehat. Dalam dunia medis lupus disebut juga dengan penyakit seribu wajah.
Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru. Penyakit lupus sulit didiagnosis karena tanda dan gejalanya sering menyerupai penyakit lainnya.
Namun ada salah satu gejala yang khas ditemukan pada lupus, yaitu ruam di wajah yang menyerupai kupu-kupu. Walaupun belum ada obat untuk menyembuhkan lupus, ada beberapa langkah penanganan yang dilakukan untuk mengendalikan gejalanya.
Berdasarkan data dari Medical News Today, sebanyak 70% kasus lupus di seluruh dunia merupakan jenis systemic lupus eritematosus. Selain jenis tersebut, ada pula jenis lupus lainnya, yaitu discoid lupus eritematosus, lupus eritematosus sub-akut, lupus yang disebabkan oleh obat, dan neonatal lupus yang terjadi pada bayi baru lahir.
Penyebab Penyakit Lupus
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit lupus, di antaranya adalah:
-
Faktor Genetik
Faktor genetik memainkan peran dalam perkembangan penyakit lupus. Orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita lupus memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ini. Selain itu, memiliki kondisi perubahan genetik tertentu juga meningkatkan risiko penyakit lupus.
Baca Juga: Menurunkan Risiko Penyakit Kronis dan Mencegah Penyakit Keturunan Diabetes