
Herpes: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan yang Perlu Kamu Ketahui
Daftar Isi dan Rangkuman Artikel
Daftar Isi
Rangkuman Artikel
-
Herpes disebabkan oleh virus HSV-1, HSV-2, dan VZV.
-
HSV-1 menyerang mulut, HSV-2 menyerang kelamin, VZV menyebabkan cacar air & herpes zoster.
-
Gejala: demam, sakit kepala, lemas, nyeri otot, luka lepuh.
-
Penularan: kontak langsung & hubungan seksual.
-
Risiko tinggi: imun lemah, lansia, sering ganti pasangan.
-
Pengobatan: antivirus, pereda nyeri, kompres hangat.
-
Pencegahan: jaga kebersihan, hindari kontak, pakai pengaman.
Beberapa orang seringkali mengabaikan iritasi kulit yang terjadi. Padahal itu bisa jadi pertanda penyakit kulit seperti herpes, yang sering muncul tanpa adanya gejala yang terlihat jelas.
Jika diabaikan, herpes bisa berkembang jadi luka yang menyebar dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Maka dari itu, Anda dilarang untuk mengabaikan gejala-gejala yang mungkin terjadi pada tubuh Anda.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang herpes, berikut informasi mengenai definisi herpes, gejala, dan cara penyembuhannya. Yuk, disimak!
Apa Itu Herpes?
Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virus yang umum menyerang manusia antara lain Herpes simplex virus (HSV) dan varicella zoster virus (VZ). Pengidap herpes biasanya akan menunjukkan gejala awal berupa luka melepuh, kulit kering, hingga luka yang berair.
Herpes bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak maupun orang dewasa. Oleh karena itu, penyakit yang satu ini tak boleh diabaikan.
Dilansir dari World Health Organization (WHO) tahun 2025, herpes yang paling umum ada dua jenis, yaitu HSV-1 HSV-2. HSV-1 umumnya menyebar melalui kontak mulut ke mulut, sehingga menyebabkan luka di sekitar mulut (herpes oral atau cold sore).
Sementara itu, HSV-2 umumnya menular melalui hubungan seksual, sehingga herpes kerap terjadi di area kelamin.
Di luar kedua jenis tersebut, ada juga virus lain dalam keluarga herpes, yaitu Varicella zoster virus (VZV). Virus tersebut merupakan virus yang sama dengan penyebab terjadinya cacar air.
Gejala Herpes yang Sering Terjadi
Herpes sering kali sulit dikenali dari gejalanya, karena kerap timbul dengan gejala ringan yang menyerupai penyakit lain.
Menurut studi yang dipublikasikan oleh American College Health, infeksi primer HSV-1 dan HSV-2 yang bergejala bisa muncul sebagai penyakit demam akut yang disertai dengan berbagai keluhan.
Berikut adalah beberapa gejala herpes yang umum terjadi pada manusia.
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Lemas
-
Nyeri otot
-
Pembengkakan kelenjar getah bening
-
Terdapat luka lepuh
-
Tenggorokan kering
Penyebab Herpes
Herpes bisa terjadi karena ada infeksi virus. Menurut studi dalam buku Infections of The Central Nervous System tahun 2014, dari banyaknya jenis virus, hanya ada delapan virus yang dapat menginfeksi manusia.
3 virus penyebab herpes yang paling populer di antaranya, adalah sebagai berikut.
-
Herpes Simplex Virus (HSV) Tipe 1
HSV tipe 1 bisa ditularkan melalui sentuhan langsung ataupun hubungan seksual. Biasanya, penularan terjadi saat berciuman atau seks oral.
Jenis herpes ini umumnya ditandai oleh munculnya luka di area bibir ataupun mulut, yang menimbulkan sensasi perih hingga terbakar.
-
Herpes Simplex Virus (HSV) Tipe 2
HSV tipe 2 umumnya menular lewat hubungan seksual, baik melalui vagina, anal, maupun seks oral. Virus herpes yang satu inilah yang menyebabkan penyakit herpes genital.
Beberapa gejala yang kerap timbul akibat virus ini, antara lain rasa gatal dan nyeri di sekitar organ intim, lepuhan yang muncul di area kemaluan, anus, paha, hingga area bokong.
-
Varicella Zoster Virus
Virus ketiga ini adalah Varicella zoster virus (VZV), yaitu virus yang sama yang menyebabkan penyakit cacar air. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Ciri utama dari cacar air, yakni munculnya ruam merah yang berubah jadi bintik berisi cairan atau lepuhan.
Jika pasien sudah sembuh dan virusnya aktif kembali, maka virus ini bisa menyebabkan penyakit cacar api maupun herpes zoster.
Metode Penyembuhan Herpes
Hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit herpes secara total. Namun, fokus pengobatan bisa diarahkan pada penyembuhan luka dan pencegahan penularan.
Berikut beberapa metode yang bisa diterapkan.
-
Gunakan Obat Anti Virus
Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh Cincinnati Children’s Hospital Medical Center tahun 2004 pengobatan infeksi HSV oral maupun genital bisa diberikan selama 7-10 hari dengan obat antivirus.
Obat antivirus tersebut bisa berupa acyclovir, valacyclovir, ataupun famciclovir. Untuk memastikan obat yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
-
Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Bagi pasien yang mengalami berbagai gejala akibat infeksi virus, Anda bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Obat yang umum digunakan sebagai pereda nyeri antara lain paracetamol dan ibuprofen. Keduanya bisa membantu mengurangi demam, sakit kepala, serta nyeri otot ringan. (sumber: https://ciputrahospital.com/ibuprofen-dan-paracetamol/)
-
Kompres Air Hangat
Jika Anda mengalami gejala ruam, kompres air hangat bisa jadi alternatif untuk menyembuhkan rasa nyeri yang timbul. Kompres sekitar 10–15 menit, dan pastikan alat kompres yang digunakan steril.
Selain itu, jaga area ruam tetap bersih dan kering, hindari menggaruk agar tidak memperburuk luka atau menyebabkan infeksi tambahan.
Kelompok dengan Risiko Tinggi Terinfeksi Herpes
Meskipun herpes bisa menyerang siapa saja, namun ada kelompok-kelompok tertentu yang lebih berisiko terkena herpes.
Berikut beberapa orang yang lebih rentan terinfeksi, berdasarkan kategori virusnya:
-
Herpes Simplex Virus (Tipe 1&2)
Virus herpes simpleks menyebar melalui kontak langsung, terutama saat berhubungan seksual. Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi tertular virus ini, di antaranya:
-
Pasangan seksual aktif, terutama yang kerap melakukan seks oral tanpa pengaman
-
Orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, seperti pengidap kanker, HIV/AIDS
-
Orang yang sering berganti-ganti pasangan
-
-
Varicella Zoster Virus
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Infectious disease of America dan HIV Medicine Association tahun 2020, VZV lebih rentan terhadap orang dengan kriteria yang lebih general, dibandingkan dengan jenis virus lainnya. Berikut beberapa kategorinya:
-
Penderita HIV/AIDS
-
Perempuan
-
Orang dengan sistem imun tubuh yang lemah
-
Lansia
-
Orang dengan riwayat keluarga Herpes Zoster (HZ)
-
Orang yang pernah mengalami trauma
-
Penderita komorbid
-
Untuk menghindari risiko terkena infeksi virus herpes, maupun penyebaran virus ke orang lain, berikut beberapa upaya pencegahan herpes yang bisa dilakukan.
-
Rutin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir
-
Hindari kontak fisik secara langsung, terutama dengan orang yang memiliki luka terbuka
-
Gunakan obat anti virus, untuk mencegah penyebaran virus
-
Gunakan pengaman saat melakukan hubungan seksual
-
Jaga kebersihan diri dan pasangan
-
Hindari pertukaran barang pribadi
Itu dia informasi mengenai Herpes, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara pencegahannya. Menjaga kebersihan dan gaya hidup sehat, adalah kunci untuk menghindari diri dari berbagai risiko penyakit, termasuk herpes.
Yuk, lindungi diri Anda dan keluarga mulai saat ini dengan asuransi kesehatan dari Prudential Indonesia. Nikmati jaminan perlindungan kesehatan dari dalam hingga ke luar negeri.
Tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit kritis. Dapatkan masa perlindungan yang lebih lama, dengan fleksibilitas fasilitas Kesehatan yang berkualitas. Tunggu apalagi, Cek manfaat asuransi dibawah ini sekarang!
Sumber: