Kaki Kesemutan

Kaki Kesemutan, Kondisi Biasa atau Gejala Penyakit?

Daftar Isi dan Rangkuman Artikel

Rangkuman Artikel
  • Kaki kesemutan umumnya disebabkan oleh tekanan pada saraf, yang menyebabkan gangguan sementara dalam pengiriman sinyal dari saraf ke otak.

  • Kaki kesemutan berkepanjangan bisa jadi gejala dari masalah kesehatan, salah satunya saraf kejepit.

  • Cara mengatasi kaki kesemutan dalam waktu singkat dapat dilakukan dengan menggerakan kaki secara perlahan untuk mengembalikan sirkulasi darah normal.

Saat sudah duduk dalam waktu lama tanpa jeda, biasanya orang akan mengalami kondisi kesemutan, terutama di bagian kaki. Umumnya kondisi ini adalah hal yang normal, namun bisa menandakan masalah kesehatan bila disertai gejala lainnya.

Meski tidak bisa dicegah kapan datangnya, namun risiko kesemutan dapat dikurangi salah satunya dengan mengubah posisi duduk secara berkala.

Jika kesemutan berlangsung terus menerus, apakah jadi tanda bahaya? Berikut informasi yang perlu Anda ketahui.

 

Penyebab Kaki Kesemutan

Kesemutan atau yang dikenal juga dengan Parastesia dalam istilah medis, merupakan kondisi gangguan pada saraf atau aliran darah yang menuju bagian tubuh tertentu, yang dalam hal ini adalah kaki. Berikut beberapa penyebab kesemutan di kaki secara umum:

  1. Tekanan pada Saraf atau Pembuluh Darah di Kaki

    Saat kaki berada dalam posisi yang menekan saraf atau pembuluh darah, misalnya duduk dengan kaki disilangkan atau tidur dengan posisi kaki tertekuk, aliran darah ke saraf di kaki bisa terganggu. Tekanan ini membuat saraf tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi, sehingga menimbulkan sensasi aneh, yang dalam hal ini kesemutan.

  2. Gangguan Transmisi Sinyal Saraf

    Saraf di kaki bisa mengirimkan sinyal ke otak untuk menyampaikan rasa. Ketika saraf tertekan, proses ini akan terganggu, sehingga otak menerima sinyal yang tidak normal. Akibatnya, kaki terasa seperti kesemutan, geli, atau sedikit terbakar.

  3. Pemulihan Aliran Darah

    Setelah posisi kaki diganti atau tekanan berkurang, aliran darah kembali normal. Saat darah dan oksigen mulai mengalir lagi, sensasi kesemutan bisa menjadi lebih terasa untuk sementara. Kondisi ini merupakan tanda bahwa saraf mulai memulihkan fungsi normalnya.

  4. Respons Otak terhadap Saraf Kaki

    Otak menafsirkan gangguan sinyal dari saraf kaki sebagai sensasi kesemutan. Ketika tekanan hilang dan saraf kembali normal, otak akanmenerima sinyal yang tepat, kemudian sensasi kesemutan pun perlahan menghilang.

 

Tanda Kaki Kesemutan Berkepanjangan

Normalnya kesemutan di kaki bisa hilang dalam hitungan menit, namun ada beberapa kondisi penyakit yang gejalanya ditandai dengan kesemutan berkepanjangan, berikut di antaranya:

  1. Saraf Terjepit

    Saat seseorang mengalami saraf terjepit, biasanya gejala awal yang muncul adalah rasa terbakar dan kesemutan di kaki. Hal ini terjadi karena saraf yang tertekan tidak bisa mengirimkan sinyal dengan normal ke otak, sehingga muncul sensasi tidak nyaman tersebut.

  2. Diabetes

    Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak saraf di kaki, kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Akibatnya, kaki sering terasa kesemutan, terbakar, atau mati rasa. Gejala biasanya muncul secara bertahap dan bisa lebih terasa di malam hari atau setelah beraktivitas.

  3. Kekurangan Vitamin B12

    Asupan vitamin B12 yang kurang dapat memengaruhi kesehatan saraf, termasuk saraf di kaki. Ketika saraf tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, fungsi pengiriman sinyal ke otak terganggu, sehingga kaki bisa terasa kesemutan, mati rasa, atau terasa terbakar.

  4. Paparan Racun atau Zat Berbahaya

    Beberapa jenis racun atau zat berbahaya dalam tubuh dapat merusak saraf, termasuk saraf di kaki. Kerusakan ini mengganggu pengiriman sinyal saraf ke otak, sehingga muncul gejala kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar pada kaki.

  5. Konsumsi Alkohol Berlebihan

    Minum alkohol dalam jumlah banyak dan sering dapat merusak saraf di kaki, kondisi ini dikenal sebagai neuropati alkoholik. Akibatnya, kaki bisa terasa kesemutan, mati rasa, atau terbakar.

  6. Stroke

    Stroke dapat memengaruhi saraf dan aliran darah ke bagian tubuh tertentu, termasuk kaki. Jika saraf atau area otak yang mengatur kaki terganggu, kaki bisa mengalami kesemutan, mati rasa, atau kelemahan. Gejala biasanya muncul tiba-tiba dan sering disertai tanda lain seperti kesulitan bergerak, bicara, atau koordinasi tubuh terganggu.

  7. Cedera

    Cedera pada kaki, pergelangan, atau tulang belakang dapat menekan atau merusak saraf, sehingga menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar di kaki. Cedera bisa berupa patah tulang, keseleo, benturan keras, atau cedera otot dan ligamen yang memengaruhi saraf di sekitar area tersebut.

 

Cara Mengatasi Kaki Kesemutan dengan Cepat

Jika Anda mengalami kaki kesemutan, biasanya sensasi ini akan hilang dengan mengubah posisi atau merangsang saraf. Berikut beberapa cara cepat untuk mengatasinya:

  1. Ganti Posisi Tubuh

    Jika kesemutan muncul karena duduk atau tidur terlalu lama, ubah posisi kaki atau tubuh. Hindari menyilangkan kaki terlalu lama dan berdirilah sebentar untuk melancarkan aliran darah.

  2. Gerakkan Kaki

    Lakukan peregangan ringan pada kaki, jari-jari, dan pergelangan. Goyangkan kaki secara perlahan agar sirkulasi darah kembali normal dan saraf bisa mengirimkan sinyal dengan baik ke otak.

  3. Pijat atau Tekan Lembut

    Pijat kaki atau tekan perlahan area yang kesemutan. Gerakan ini membantu melancarkan aliran darah dan merangsang saraf agar sensasi kesemutan cepat hilang.

  4. Hangatkan Kaki

    Gunakan kompres hangat atau rendam kaki sebentar di air hangat. Panas akan membuat pembuluh darah melebar, sehingga darah dan oksigen lebih lancar menuju saraf.

  5. Hindari Tekanan Berlebihan

    Jangan duduk atau tidur dalam posisi yang menekan kaki terlalu lama. Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari posisi kaki terlipat saat tidur agar saraf tidak tertekan.

  6. Perhatikan Pola Hidup

    Minum cukup air, hindari konsumsi alkohol berlebihan, dan pastikan asupan vitamin, terutama B12, cukup. Pola hidup sehat membantu saraf tetap berfungsi normal dan mencegah kesemutan berulang.

Gondongan: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Baca Di Sini

Kesemutan di kaki adalah kondisi yang umum terjadi dan biasanya bersifat sementara. Namun, dalam beberapa kasus, sensasi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan. Meski demikian, jangan melakukan self-diagnose dan sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis jika gejala berlangsung lama atau sering muncul.

Untuk melindungi diri dari berbagai risiko penyakit dan mendapatkan penanganan medis memadai, Anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan seperti PRUSehat dari Prudential Indonesia. Dapatkan manfaat kesehatan yang #BeneranPas, sesuai kebutuhan Anda dengan kenyaman fasilitas rawat inap dan rawat jalan. Cari tahu selengkapnya di bawah ini!

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Q: Berapa lama normalnya kaki kesemutan?

    A: Normalnya kesemutan bisa hilang dalam waktu beberapa menit. Namun, jika kesemutan berlangsung lama bahkan dalam hitungan jam atau hari dan disertai gejala lain, hal ini perlu diwaspadai dan segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

  2. Q: Kenapa kesemutan bisa tiba-tiba terjadi?

    A: Kesemutan yang terjadi secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh serangan panik, yang membuat napas menjadi terlalu cepat atau terlalu dalam sehingga kadar CO₂ dalam darah menurun. Selain itu, kesemutan juga bisa terjadi karena duduk atau menekan posisi tubuh terlalu lama, yang menghambat aliran darah

Sumber: