Penyebab dan Gejala Asam Urat Sering Disepelekan, Ketahui Sebelum Terlambat!

Asam urat bisa menyerang siapa saja. Baik tua, muda, laki-laki, maupun perempuan. Terkadang gejalanya pun sering disepelekan karena, gejalanya menyerupai badan pegal setelah seharian beraktivitas.

Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Makanan yang mengandung zat purin tinggi antara lain makanan laut, daging binatang berkaki empat, serta makanan kaya protein dan lemak. Penyebab asam urat karena tumpukan zat purin di dalam tubuh dan ginjal tidak mampu mengeluarkannya di dalam tubuh. Sebaliknya, asam urat normal akan dikeluarkan oleh ginjal.

Penyebab Asam Urat

Penyakit asam urat dapat terjadi pada siapa saja. Terutama mereka yang tidak menerapkan asupan gizi seimbang, kondisi medis, genetik, dan usia. Gejala asam urat biasanya diawali muncul nyeri pada persendian. Seperti di lutut, pergelangan kaki, jari-jari kaki, atau jari-jari tangan. Tak sedikit yang menyepelekan gejala tersebut. Apalagi bagi mereka yang lelah beraktivitas fisik seharian.

Untuk lebih rinci, berikut penyebab penyakit asam urat yang perlu Anda pahami:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Purin

Makanan dan minuman yang kaya akan kandungan purin, seperti daging merah, organ dalam hewan, seafood seperti ikan dan kerang, serta alkohol, dapat memicu peningkatan produksi asam urat dalam tubuh. Purin yang dikonsumsi dalam jumlah besar akan diubah menjadi asam urat oleh tubuh, dan jika tidak dihilangkan dengan baik oleh ginjal, dapat menyebabkan penumpukan.

2. Ketidakmampuan Ginjal Menghilangkan Asam Urat

Ginjal berperan penting dalam proses penghilangan asam urat dari tubuh melalui urine. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, misalnya akibat penyakit ginjal, metabolisme asam urat terganggu dan kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan dan obesitas dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam darah. Lemak tubuh menghambat proses penghilangan asam urat oleh ginjal dan merangsang produksi asam urat. Orang dengan indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena asam urat.

4. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan riwayat penyakit asam urat dapat meningkatkan risiko Anda terkena kondisi ini. Faktor genetik memainkan peran dalam kemampuan tubuh mengatur kadar asam urat.

5. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal untuk menghilangkan asam urat dapat menurun. Peningkatan risiko asam urat biasanya terjadi pada usia yang lebih tua.

6. Penyakit Kronis

Beberapa kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes, dan psoriasis dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit asam urat. Gangguan metabolisme dan peradangan dalam kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme asam urat.

7. Efek Stres

Stres kronis dapat memicu pelepasan senyawa kimia tertentu dalam tubuh yang dapat meningkatkan produksi asam urat. Stres juga dapat mempengaruhi gaya hidup dan pola makan, yang pada gilirannya dapat memicu penyakit asam urat.

8. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa obat, terutama diuretik dan aspirin dosis tinggi, dapat memengaruhi metabolisme asam urat dalam tubuh. Obat-obatan ini dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah.

Baca juga: Apa Penyebab dan Cara Mengatasi Asam Lambung Naik?

Faktor Risiko Penyakit Asam Urat

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat asam urat dalam sirkulasi darah, termasuk:

  • Pola Makan : Konsumsi makanan tinggi purin, seperti daging merah, seafood, dan produk berbasis daging, dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Konsumsi alkohol, terutama bir, juga dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Gula tambahan dan makanan yang tinggi fruktosa juga dapat berkontribusi terhadap risiko asam urat.

  • Berat badan berlebih: Obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Lemak tubuh dapat mengganggu fungsi ginjal dalam menghilangkan asam urat dan merangsang produksi asam urat. Orang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi cenderung lebih rentan terhadap penyakit ini.

  • Riwayat Medis : Beberapa kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Kondisi-kondisi ini sering kali terkait dengan perubahan metabolisme dan peradangan, yang dapat memengaruhi tingkat asam urat dalam darah.

  • Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu : Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik (obat penahan air), aspirin dosis tinggi, dan obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme purin, dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat.

  • Konsumsi Fruktosa Berlebih : Fruktosa, jenis gula alami yang ditemukan dalam buah dan gula tambahan, telah terkait dengan peningkatan risiko penyakit asam urat. Konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat merangsang produksi asam urat dalam tubuh.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda

Gejala Asam Urat yang Perlu Diperhatikan

Setelah mengetahui penyebab dan faktor risiko penyakit asam urat, Anda juga perlu memahami gejala asam urat untuk menjaga kesehatan Anda. Berikut gejala-gejalanya:

1. Mendadak Nyeri

Mendadak nyeri sendiri dalam waktu singkat seringkali disepelekan. Namun jika nyeri datang lagi bahkan membuat sendi bengkak, merah, dan sakit, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

2. Nyeri Malam Hari

Malam hari, biasanya seseorang tidak banyak mengonsumsi air. Orang dengan kadar purin tinggi dan kurang minum dapat terserang nyeri pada malam hari. Serangan tersebut berlangsung agak lama hingga menyebabkan sendi nyeri, panas, tidak nyaman ketika tidur. Akibatnya selain mengalami asam urat ia juga memiliki masalah tidur.

3. Demam

Jangan menyepelekan ketika demam datang karena, nyeri persendian atau sendi yang meradang akan mengakibatkan seseorang demam, kepala pusing, hingga mual.

4. Nyeri Kembali Lagi

Nyeri sendi yang kerap datang juga harus diwaspadai karena, bisa saja rasa nyeri tersebut bertambah parah. Orang yang terkena nyeri sendi yang hebat tidak mampu beraktivitas bahkan, sekedar bangun dari tempat tidur pun.

5. Pembengkakan dan Kemerahan

Selain nyeri, sendi yang terkena asam urat juga dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, dan panas saat disentuh. Gejala ini dapat membuat gerakan sendi menjadi terbatas dan menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

6. Kelemahan Umum

Beberapa orang mungkin merasa lemah atau lelah secara umum selama serangan asam urat. Ini dapat disebabkan oleh peradangan yang terjadi dalam tubuh akibat penumpukan kristal asam urat.

Baca juga: Mengenal Fungsi Ginjal Manusia

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Diagnosis penyakit asam urat biasanya melibatkan sejumlah langkah dan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi Anda dan mengidentifikasi apakah Anda benar-benar menderita asam urat. Berikut adalah beberapa tahapan dalam proses diagnosis penyakit asam urat:

  • Pemeriksaan Riwayat Medis: Dokter akan mulai dengan mengumpulkan informasi tentang riwayat medis Anda, termasuk gejala yang Anda alami, frekuensi serangan nyeri, riwayat keluarga dengan masalah asam urat, dan faktor risiko yang mungkin Anda miliki.

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda khas asam urat, seperti pembengkakan atau kemerahan pada sendi yang terkena. Dokter juga akan memeriksa daerah-daerah yang mungkin terpengaruh, seperti sendi jari kaki atau sendi lainnya.

  • Pemeriksaan Darah: Tes darah adalah langkah penting dalam mendiagnosis asam urat. Dokter akan memesan tes darah untuk mengukur kadar asam urat dalam darah Anda. Jika kadar asam urat Anda tinggi, ini dapat mengindikasikan risiko terjadinya masalah asam urat.

  • Pemeriksaan Cairan Sendi: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin perlu mengambil sampel cairan dari sendi yang terkena untuk dianalisis. Ini dilakukan melalui prosedur yang disebut aspirasi sendi. Pemeriksaan cairan sendi ini dapat membantu dokter memastikan adanya kristal asam urat yang mengindikasikan penyakit asam urat.

  • Pemeriksaan Gambaran Radiologi: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merujuk Anda untuk menjalani pemeriksaan gambaran radiologi seperti sinar-X, MRI, atau CT scan. Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi kerusakan atau perubahan pada sendi dan jaringan sekitarnya yang terkait dengan asam urat.

  • Analisis Urine: Meskipun jarang dilakukan, dokter dapat memeriksa kadar asam urat dalam urine Anda. Ini dapat memberikan informasi tambahan tentang kondisi Anda.

 

Cara Mencegah Asam Urat

Jika gejala di atas muncul pada diri Anda, segera periksa ke dokter. Agar dokter dapat mendiagnosis dan memberikan perawatan atau pengobatan yang tepat bagi Anda. Meski demikian, asam urat dapat dicegah dengan cara:

  • Menghindari makanan yang tinggi purin. Pantangan asam urat tak seperti penyakit lain. Jika pencegahan penyakit lain mengharuskan seseorang mengonsumsi banyak sayuran dan buah, pencegahan asam urat tidak demikian. Untuk mencegah asam urat, hindari makanan yang mengandung purin tinggi. Misalnya sayur berpurin tinggi (asparagus, jamur, bayam, kembang kol, tauge, dan kacang-kacangan), buah tinggi purin (durian, nangka), seafood, bebek, kambing, jeroan, dan makanan berlemak serta processed food.

    Lebih baik, konsumsi makanan yang mampu mengurangi kandungan asam urat. Sebut saja pisang, jahe dan air rebusannya, ceri, lemon, dan cuka apel. Namun sebelum mengonsumsi, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Selain itu, kurangi konsumsi minuman soda dan beralkohol. Seperti bir, yang mempunyai kadar purin tinggi. Sedangkan minuman manis, baik minuman bersoda maupun minuman berkafein (teh, kopi, dan energy drink) dapat menyebabkan kadar asam urat bertambah. Sebagai gantinya, konsumsi air mineral sekitar 1,5 atau 2 liter per hari.

  • Perlindungan kesehatan. Memang, Anda bisa melakukan pencegahan asam urat Disisi lain, Anda juga juga membutuhkan perlindungan kesehatan di luar diri sendiri. Caranya dengan memiliki Asuransi Kesehatan PRUPrime Healthcare Plus Pro.

    Asuransi dari Prudential Indonesia tersebut merupakan solusi komprehensif untuk perlindungan kesehatan dengan pembayaran manfaat sesuai tagihan rumah sakit. PRUPrime Healthcare tak hanya berlaku di Tanah Air saja. Asuransi ini juga berlaku di negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Sehingga jika tiba-tiba Anda merasakan gejala asam urat, segera periksa ke rumah sakit dengan kartu Asuransi Kesehatan Prudential. Anda tak perlu risau soal administrasi, karena asuransi akan menangani.

  • Cek kesehatan berkala. Sebagai tindakan pencegahan, tak ada salahnya membeli alat cek asam urat untuk keperluan di rumah. Jika muncul gejala atau ingin mengecek asam urat setelah makan, Anda bisa melakukannya sendiri. Dilansir dari Kemenkes, menurut pedoman dari ACR dan EULAR, kadar asam urat normal berada di bawah 6,8 mg/dL.

Asam urat tidak bisa disembuhkan. Namun ia bisa dikontrol dengan menerapkan hidup sehat. Bagi Anda yang belum memilikinya, cegah gejala asam urat, agar tubuh selalu sehat. Selain itu cek artikel berikut juga untuk mengetahui 6 Gejala Tipes yang Perlu Diwaspadai.